Biografi

English version here

Bernama lengkap Mohamad Holis Satriawan.
Pemuda berdarah Jawa kelahiran Jember 15 Maret 1968.
25 tahun Holis Satriawan hidup di Bali. 
Perjalanannya penuh suka dan duka. 
Penuh pengorbanan untuk mewujudkan impian-impiannya. 
Dari pernikahannya dikarunia 5 orang anak dari satu istri yang sangat dia cintai. 

holis-satriawan.comMasa lalu yang keras dan kelam membentuk dirinya menjadi sosok yang religius, 
berjiwa sosial dan rasa kebangsaan yang tinggi.
Kehidupannya banyak mengedepankan tentang berketuhanan.
Prilakunya dan perbuatannya penuh dengan berkesenian dan religi. 

Bakat seni alamiah sudah mendarah daging sejak lahir telah menghasilkan ratusan karya.   
Sebagai seorang pelaku seni, Holis Satriawan telah banyak menghasilkan karya-karya yang telah banyak mengisi 
hotel-hotel berbintang di Bali dan luar negeri. 
Bahkan karya-karyanya juga banyak di koleksi di beberapa negara dan di Jakarta. 

Karya-karyanya sudah dikenal dan beredar luas di manca negara (Amerika Serikat, Italia, Perancis, Brazil, India, Jepang dll),
melalui gallery di Bali dan Jakarta satu lukisan bernilai ratusan juta rupiah. 
Lukisan termahal bernilai Rp.2,5 miliar dalam satu pameran yang digelar di Amerika Serikat.

"Allah yang Maha Jamal (indah).
Maka sudah selayaknya hidup kita ini kita isi dengan keindahan yang mengundang ridho Allah SWT. 
Suatu kehormatan yang harus saya syukuri, Allah memberikan saya anugerah ilmu kesenian." 

Selain sebagai seniman, Holis Satriawan juga seorang pebisnis.
Dengan usahanya sebagai pemborong pekerjaan-pekerjaan hotel dan villa. 
Selain itu Holis Satriawan juga membuat usaha mebel, rumah kayu knock-down dan kerajinan dari bahan kelapa dan limbah kayu.
Kebanyakan karyawan-karyawannya di terima dari anak-anak pecandu narkoba yang sudah keluar-masuk penjara. 

"Hidup kami ini dulu seperti sampah. Tetapi saya katakan kepada teman-teman dan karyawan saya, 
jangan berkecil hati meski hidup kita seperti sampah yang busuk. 
Jika sampah-sampah itu dikelola dengan baik dan benar, maka sampah-sampah itu akan menjadi pupuk organik 
yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Biarlah orang-orang memuji batang, daun dan bunganya. 
Biarlah kita tetap menjadi pupuk yang tempatnya selalu di bawah, yang tugasnya menyuburkan kehidupan. 
Apalah arti dari sebuah pujian yang pada akhirnya membuat kita lupa dan tersesat, terlena oleh pujian." 
Ujarnya. 

Begitulah suatu filosofi hidup yang sangat dalam maknanya. 

Sebagai ketua yayasan Seni Untuk Bangsaku (SUB) yang mempunyai komunitas-komunitas SUB Oto Community, 
SUB Ludruk Community, SUB Pengamen Jalanan Community dan masih banyak lagi komunitas seni yang dibentuknya. 

Di awal pertengahan tahun 2013, Holis melukis di depan kantor KPK Kuningan sebagai bentuk dukungan terhadap KPK 
untuk memberantas korupsi di negeri ini. 

Melukis wajah gubernur. holis-satriawan.com
Holis juga mengadakan Demo tunggal di depan kantor Gubernur Jawa Timur. 
Sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang selama ini kurang serius menangani korban lumpur Lapindo 
dan terhadap kesenian Ludruk di Jawa Timur. 

Penghargaan demi penghargaan dia terima baik dari pemerintah Bali dan luar negeri. 

Berikut beberapa karya fenomenalnya.

Pemecahan 3 rekor dunia di tahun 2012

1. Melukis kaligrafi terbesar dan tercepat – 28 April 2012
Luas 99 m2 (9 m x 11 m)
Kaligrafi 99 Al Asma 'Ul Husna
Media Kanvas, bahan bangunan dan cat minyak 
dalam waktu 9 jam 9 detik

2. Mengukir wayang kayu terbesar dan tercepat – Juni 2012
Ukiran kayu setinggi 7 m, lebar 1,6 m dan tebal 20 cm

holis-satriawan.com3. Memahat topeng kayu terbesar dan tercepat – September 2012
Pahatan Topeng Kayu 1,5 m x 1,5 m

4. Di Jawa Timur tepatnya di Sidoarjo, Holis membuat rekor dunia dan Muri, 
melukis dengan media lumpur Lapindo sebagai bentuk kepeduliannya terhadap korban lumpur Lapindo. 
Yang dengan karyanya tersebut, membuat Holis dikenal sebagai Pemegang Rekor Dunia sebagai Pelukis Tercepat 
dan Terbanyak dengan bahan lumpur Lapindo.
Rekornya 100 kanvas ukuran 100 x 100cm dilukis dalam waktu 8 jam 40 menit tanpa istirahat. 

"Tentu Allah mempunyai tujuan atas hidup saya, agar ilmu dan kehidupan ini dapat menjadi sarana menciptakan amal-amal kebajikan bagi banyak manusia di muka buni ini. 
Yang dengan amal itu kita dapat meraih kebijaksaan Tuhan. Dan Tuhanpun akan memberikan penilaian atas semua perbuatan kita. Maka mari kita berlomba-loba membuat amal kebajikan di muka bumi ini agar Tuhan tidak sia-sia menciptakan kita sebagai wakilnya.
Sungguh suatu ungkapan yang sarat dengan makna yang sangat dalam yang dapat memberikan kita pelajaran dalam mengarungi hidup ini."

Demikian sekelumit tentang seorang Holis Satriawan.