Holis Satriawan Sentil Muktamar NU Di Jombang

holis-satriawan.comKBRN, Surabaya: Pelukis dengan media lumpur Lapindo pemegang rekor muri Holis Satriawan mempunyai cara tersendiri untuk menuangkan ekspresi di pagelaran Muktaram Ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang.

Melalui media kanvas Holis mencoba berekspresi dengan memberikan pesan moral bahwa siapapun yang terpilih sebagai Ketua Umum maupun Rois Am, tidak terbuai dengan kekuasaan.

"Ini yang bisa saya lakukan. Saya bisanya melukis, ini bentuk ekspresi saya. Saya ini juga orang NU, saya berharap bahwa muktamar NU berjalan lancar, dan menghasilkan pemimpin amanah," ungkap Holis Satriawan di sela aksi.

Menurut Holis, nantinya lukisan yang ia buat, akan diserahkan kepada PBNU pusat, sehingga bisa menjadi refleksi, bahwa tampuk kekuasaan harus di emban dengan sebaik-baiknya.

"Ini saya melukis sebuah kursi. Ini apa, ini sebagai bentuk perebutan kursi pada siapa yang akan menjadi pucuk pimpinan NU adalah seorang yang murni ulama, bukan ulama jadi-jadian. Nadlatul Ulama adalah kebangkitan Ulama yang dibentuk pada perjuangan ulama pada masa penjajahan," terang pria asli Jombang ini.

Oleh sebab itu, lanjut Holis, pimpinan yang dihasilkan pada muktamar NU, benar-benar seorang ulama, yang paham kaidah, Al-quran dan hadis termasuk kitab kuning, dan tidak ada kepentingan politik.

holis-satriawan.com
Simbol Muktamar NU di Jombang

Ketika disinggung polemik pemilihan Rois Am, Holis enggan berkomentar banyak. Namun ada pesan khusus yang disampaikan oleh Holis, bagaimana para muktamirin bisa jeli dalam memilih seorang pemimpin.

"Saya yakin para muktamirin dewasa, jadi sudah tahu siapa yang cocok nantinya. Ini menentukan masa depan NU juga," pungkasnya. (BH/AKS)

Sumber: http://www.rri.co.id/post/berita/186282/daerah/nu_mukmatar_seniman_jombang_sentil_lewat_lukisan.html
Penulis: Benny Hernawan. Reporter RRI Surabaya 1 Agustus 2015